
BERITAMAGELANG.ID - Alam sesungguhnya adalah buku terbuka yang menunggu dibaca. Mengenal alam berarti juga mengenal diri sendiri.
Warga lereng Merapi zaman dulu dianggap sebagai orang-orang yang paling mengenal karakter gunung ini. Mereka memiliki kemampuan membaca gejala alam terkait letusan.
Juru kunci Merapi seperti Mbah Maridjan yang menjaga lereng selatan dan Mbah Gini di lereng barat, sering menjadi tempat bertanya warga. Mereka mengasah kemampuan mengenal gunung melalui lelaku tirakat yang berat dan panjang.
Hari ini, ilmu titen mulai punah. Boleh dibilang tidak ada lagi warga lereng Merapi, terutama generasi muda yang memiliki kepekaan meraba tanda-tanda alam.
Padahal ada media teknologi yang bisa menarik minat generasi muda untuk lebih mengenal Gunung Merapi. Ketep Volcano Theatre salah satunya.
Studio Ketep Volcano Theatre yang berada di destinasi wisata Ketep Pass, memutar film dokumenter Gunung Merapi. Ada dua judul film yang diputar: Merapi Tak Pernah Ingkar Janji dan Nafas Bumi Merapi.
"Di film ini ada sejarah pendakian, penelitian di puncak Gunung Merapi, dan nanti sekitar menit ke 12 ada dokumenter letusan Merapi dari tahun 2002 sampai 2010," kata petugas loket sekaligus penjaga Ketep Volcano Theatre, Sunar, Rabu (5/2/2025).
Hiburan dan Edukasi
Film berdurasi 23 menit ini dapat menjadi sarana edukasi lebih mengenal Merapi. Memahami bahaya sekaligus menikmati keindahan gunung api dengan cara yang menyenangkan.
Ketep Volcano Theatre mampu menampung 78 penonton sekaligus. Durasi pemutaran film untuk satu sesi selama 23 menit.
Tiket Ketep Volcano Theatre dijual seharga Rp10.000 untuk pengunjung berusia di atas 4 tahun. Tiket masuk bioskop terpisah dari karcis masuk objek wisata Ketep Pass.
"Jumlah pengunjung pada hari libur, antara 100 sampai 150 penonton. Untuk satu kali pemutaran film, minimal dua orang sudah bisa kami mulai,â lanjutnya.
Jadwal pemutaran film di Ketep Volcano Theatre mengikuti penonton yang hadir. Pada hari biasa saat pengunjung Ketep tidak terlalu ramai, film diputar hanya 1-2 kali saja.
Tapi pada hari libur dimana jumlah pengunjung Ketep membludak, film bisa diputar setiap 30 menit sekali.
"Nggak pasti (jumlah pengunjung) soalnya. Kalau hari Sabtu-Minggu atau hari libur mungkin tiap 30 menit sekali bisa mulai,â terangnya.
Pada hari libur, jumlah penonton pada setiap sesi pemutaran film bisa memenuhi kapasitas bangku. Tapi film tetap diputar meski hanya ada sedikit penonton yang sudah membeli tiket.
"Kalau pas pengunjungnya ramai bisa full terus (kapasitas penonton). Tapi walaupun cuma lima orang sudah beli tiket, menunggu lima menit tidak ada penonton lain, tetap kami mulai," kata Sunar.
Sosialisasi Mitigasi Bencana
Tidak hanya siswa sekolah, penonton kebanyakan warga umum atau keluarga yang ingin mengenalkan Merapi kepada anak-anak.
"Kebanyakan yang datang warga umum. Keluarga yang bawa anak kecil, supaya mengerti soal Gunung Merapi. Mengetahui tentang kegunungapian," ujar Sunar.
Saat itu, Ketep Volcano Theatre dikunjungi puluhan anggota perguruan senam sehat, Ling Tien Kung dari Purworejo. Mereka mampir ke Ketep usai mengunjungi Candi Borobudur.
Seorang pengunjung, Arianti mengaku mendapat pengetahuan baru setelah menonton film dokumenter di Ketep Volcano Theatre. Dia jadi memahami betapa dahsyat letusan Merapi pada 2010.
"Setelah saya lihat memang kita terenyuh. Terharu. Tidak bisa lihat langsung (dampak erupsi) tapi dari film bisa ikut merasakan. Menambah wawasan juga. Bagus sekali," kata Arianti.
Menurut Arianti, erupsi besar yang menewaskan Mbah Maridjan memberi peringatan bahwa bahaya Merapi itu nyata.
"Merapi ternyata pernah erupsi besar. Pas kejadian Mbah Marijan ya. Kita nggak bisa melihat langsung. Film ini memberi peringatan buat kita semua,â imbuhnya.
Pembaruan Film
Arianti berharap materi film yang diputar di Ketep Volcano Theatre bisa ditambah. Terutama dokumentasi kejadian nyata seputar erupsi Merapi.
"Gunung Merapi kan bisa mengeluarkan letusan lagi. Jadi ada film, termasuk museum yang bisa memberi wawasan dan peringatan untuk anak cucu kita,â harapnya.
Kabag Pemasaran dan Promosi BPOW Ketep Pass, Edwar Alfian mengatakan sedang menyiapkan pembaruan materi film di Ketep Volcano Theatre.
Diharapkan materi film yang baru akan menambah pengetahuan masyarakat soal Gunung Merapi. Sekaligus penyegaran bagi pengunjung yang sudah berkali-kali datang ke studio Ketep.
"Kami di awal tahun ini akan launching film baru. Mudah-mudahan nanti di libur Lebaran film baru sudah bisa tayang. Sudah kita buat, sudah selesai, tinggal menunggu peluncuran," kata Edwar Alfian.