
BERITAMAGELANG.ID - Upaya mewujudkan lingkungan yang ramah anak terus dilakukan. Setelah sukses membentuk Sekolah Ramah Anak (SRA), Desa/Kelurahan Layak Anak (DKLA), dan Kecamatan Layak Anak (KLA), kini Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB PPPA) Kabupaten Magelang menginisiasi pembentukan Pesantren Ramah Anak (PRA).
Hal ini terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) Pesantren Ramah Anak yang diselenggarakan di Ruang Rapat Anggrek Dinsos PPKB PPPA Kabupaten Magelang, Rabu (5/2/2025).
Kepala Dinsos PPKB PPPA Kabupaten Magelang, Bela Pinarsi menyampaikan, lembaga pendidikan termasuk pesantren memiliki peran strategis dalam membangun generasi muda sebagai penerus bangsa. Oleh karena itu, pengembangan lembaga pendidikan yang ramah anak, termasuk pesantren ramah anak, perlu terus diupayakan.
"Persoalan anak di lingkungan pendidikan seolah tidak pernah selesai karena masih rendahnya pemahaman pendidik dan keluarga tentang pola asuh anak. Kadang, pendekatan kekerasan masih menjadi pilihan praktis untuk memberikan efek jera pada anak," ungkap Bela Pinarsi.
Rencana pembentukan pesantren ramah anak ini dinilai strategis mengingat jumlah pesantren di Kabupaten Magelang cukup banyak. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2023, terdapat 297 pesantren di Kabupaten Magelang dengan total 21.118 santri. Jumlah ini merupakan potensi besar untuk mewujudkan pesantren yang ramah dan aman bagi anak-anak.
Kasi Bimas Islam pada Kemenag Kabupaten Magelang, Fauzi Nurhadi menyambut antusias rencana pembentukan pesantren ramah anak tersebut.
"Kami siap mendampingi dan membantu Pemerintah Kabupaten Magelang berkoordinasi dengan pihak-pihak pesantren yang akan dijadikan pesantren ramah anak," ujarnya.
FGD tersebut menyepakati pembentukan tiga pesantren yang akan ditunjuk sebagai pesantren ramah anak. Dengan inisiasi pembentukan pesantren ramah anak ini, diharapkan dapat tercipta lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal di Kabupaten Magelang.
Forum ini dihadiri berbagai pihak terkait perwakilan Kementerian Agama (Kemenag), dan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Magelang.