Koleksi Bacaan di Perpustakaan Desa Makin Lengkap

BERITAMAGELANG.ID - Selama setahun terakhir, perpustakaan desa di Kabupaten Magelang menerima bantuan sebanyak 50 ribu buku bermutu serta 50 rak buku. Bantuan ini disalurkan kepada 32 lembaga perpustakaan desa dan 18 Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di seluruh wilayah Kabupaten Magelang.


Hal tersebut disampaikan Kabid Perpustakaan pada Dispuspa Kabupaten Magelang, Amroni di kantornya, Rabu (5/2/2025).


Sebelumnya, kegiatan supervisi dilakukan oleh Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Umum dan Khusus (PPUK), Nani Suryani, Jumat (31/1/2025).


Nani menjelaskan supervisi ini bertujuan memastikan buku-buku yang telah diberikan oleh Perpusnas benar-benar telah dimanfaatkan oleh masyarakat.


"Ternyata hasil supervisi menunjukkan buku-buku tersebut telah digunakan dengan baik, dicatat secara rapi, dan dilaporkan secara online," ujar Nani.


Supervisi dilakukan secara sampling di tiga lokasi, yakni Rumah Baca Desa Salam, Desa Kadiluwih Kecamatan Salam, dan TBM Akar Makna di Desa Plosogede Kecamatan Ngluwar. Di Plosogede, Nani sangat mengapresiasi terhadap sikap dan kerelawanan pengelola TBM dalam membangun literasi masyarakat.


Sinergi Pusat dan Daerah


Kabid Perpustakaan pada Dispuspa Kabupaten Magelang, Amroni mengungkapkan, bantuan buku ini merupakan bentuk sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Magelang dalam membangun sumber daya manusia yang lebih berkualitas.


"Sangat membantu. Sedikit demi sedikit, koleksi bahan bacaan bermutu di perpustakaan desa semakin lengkap. Dengan bertambahnya buku, transformasi ilmu pengetahuan di pedesaan akan semakin cepat," harapnya.


Perpustakaan di Tempat Ibadah


Pada tahun ini, Dispuspa Kabupaten Magelang berencana mengusulkan bantuan buku bermutu untuk 41 lembaga perpustakaan desa dan tujuh perpustakaan di tempat tempat ibadah.


Menurut Amroni, Perpusnas selektif dalam memberikan bantuan. Pertimbangan utamanya komitmen pemerintah desa dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui perpustakaan. Komitmen itu dapat dilihat dari dana desa yang dialokasikan untuk pembangunan perpustakaan


"Perpusnas mempertimbangkan desa yang mengalokasikan dana desa untuk perpustakaan serta memiliki pengelola perpustakaan yang aktif melayani pemustaka. Tidak semua desa atau kecamatan menerima bantuan ini," pungkasnya.